Rindu masih terkatung katung di langit-langit ruangan
Berharap penantian yang telah ia aamiin-kan segera tereja
Katamu, biarlah seperti ini
“Rinduku tak seperti hujan, yang dingin menyentuh tanah lalu
pergi meninggalkan basah”
Rinduku teramat sulit aku diktekan
Biarlah waktu yang kan merenda
Mungkin kau tak tahu, hujan dan tanah menyampaikan rindu
dengan cara berbeda
Kita hanya meraba
Sementara alam sanggup membaca
Sani_Anissa
Yogyakarta, 9 April 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar