Aku menghempaskan tubuh
lelahku di sebatang pohon yang tumbang. Aku tak memperdulikan hewan apa yang
akan menjamah tubuhku di kayu besar itu. Betapa bodohnya aku. Lagi-lagi hanya
kalimat itu yang muncul dalam benakku. Kalau saja tidak ada Antony di sini,
entah bagaimana aku sekarang. Orang-orang bilang pendirianku yang kuat adalah
satu keunggulan yang sangat spesial untukku. Tapi tidak bagiku. Karena
pendirianku aku malah jadi seperti ini.