Minggu, 24 September 2017

#####

Sesekali istirahatkanlah motormu, rehatkanlah sepedamu
Cobalah berjalan di bawah terangnya purnama
Nikmatilah setiap langkah yang kau jejakkan
Bisa jadi di jalan sebelah rumah kau temui definisi cinta tanpa pamrih

Belai mesra seorang Ibu menggendong menidurkan putra kecilnya dengan wajah yang mulai terlihat letih
Barangkali di situ kau mengerti, ada cinta yang lebih murni dari sekedar cinta-cintaanmu yang sok sedih,,

Bisa jadi di ujung pertigaan sana kau jumpai seseorang yang bisa kau bantu apa adanya
Dengan motornya yang tiba-tiba bermasalah lalu kau menyempatkan diri untuk bertanya “motornya kenapa?”
Sedang kau sendiri sebenarnya tak tau harus berbuat apa
Setidaknya sejenak biarkan dia merasa di dunia yang keras ini masih saja ada orang yang berusaha peduli meski ia bukan siapa-siapannya,,

Bisa jadi di tepian jalan raya di mana kau akan menyebrang
Kau temui seseorang yang rela mengorbankan waktunya beberapa detik demi mempersilahkanmu menyeberang tanpa harus berkali kali kau lambaikan tangan,,

Bisa jadi di satu tempat yang kau tuju kau bertemu kawan lama yang sudah jarang kau sapa
Mungkin pertanyaan “hai, sudah sampai bab berapa?” bisa jadi pembuka pembicaraan yang berujung “semoga dilancarkan yaa”,,
Di bawah purnama malam ini, aku pikir sarimi isi dua adalah pilihan terbaik,
Namun di dalam mini market ini, pikiranku memilih berbalik.
Entah gengsi atau apa, abc goreng limau lebih dahulu menarik tanganku
aku memilih untuk memungutnya selaligus dua
Ahh, mungkin sampai kos akan kumasak semua..

Sajak aneh ini dibuat setelah penulis melewati malam dengan dua bungkus mi instan dan sebelumnya muterin kosan nyari inspirasi buat skripsi yang belum juga kelar. Trus gue nikahnya wisudanya kapan? 😢


September 24th, 2017
~`Kompleks Polri Gowok, Ngayogyakarta Hadiningrat`~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar